Dengan sedikit malas, aku terbangun dari tidurku. Tengok kiri, tengok kanan anak istriku masih pulas tertidur. Dengan sedikit gontai aku keluar kamar menuju ruang kerjaku. Jam baru menunjukkan pukul 2 pagi. Tergeletak kopi dingin di meja kerjaku yang berantakan dan rokok. Segera kubakar rokok dan kunikmati kopi tersebut.

Ah…cuma karena mimpi aneh, aku terjaga dari tidur. Sambil menikmati kopi dingin dan rokok, kuingat-ingat lagi mimpi itu. Dalam mimpi itu Jakarta memiliki 16 lajur untuk masing-masing jalur kedaraannya. Wauw…memang mungkin hanya dalam mimpi saja kota Jakarta bisa memiliki lajur sebanyak itu🙂 .

Dan yang lebih hebat lagi, walaupun sudah ada 16 lajur tetap saja terjadi kemacetan. Apa penyebabnya? Ternyata 14 lajur sudah diokupasi oleh pedagang kaki-lima, angkot ngetem, kopaja, metro-mini dan lain sebagainya hingga hanya tersisa 2 lajur. Hahahahaha….mimpi yang aneh